-->

50 Satgas Siaga Bencana TNI Bantu Warga Desa Sayung Perkuat Tanggul Sungai

ERA JATENG
Senin, 06 Januari 2020, 12:21 WIB Last Updated 2020-05-08T18:42:19Z
 50 Satgas Siaga Bencana TNI Bantu Warga Desa Sayung Perkuat Tanggul Sungai

ERAJATENG ■ Antisipasi tanggul jebol dan merendam perumahan warga, 50 personil anggota Satgas Siaga Penangulanagn Becana dari Kodim 0716/Demak dan Polres Demak melakukan aksi karya bakti peninggian tanggul sungai dengan mengunakan karung yang di isi dengan tanah dan pasir di Dukuh Lengkong Rt 03 Rw 07 Desa Sayung, kemarin.

Kegiatan yang melibatkan warga sekitar tersebut berupa penguatan serta peninggian tanggul sungai Sayung guna antisipasi terjadinya tanggul jebol.

Selama ini tanggul di lokasi tersebut kondisinya kurang baik bahkan beberapa kali jebol saat debit air sungai melebihi kapasitas.

"Hampir setiap musim hujan, Dukuh Lengkong tergenang banjir akibat limpasan air sungai yang melalui tanggul sungai ini," terang Kades Sayung Munawir di sela kerja bakti.

Menurutnya, memasuki musim penghujan kali ini, warga merasa waswas dan khawatir jika kejadian banjir seperti tahun-tahun sebelumnya terulang. Untuk itu warga senang dengan kehadiran Satgas Siaga TNI dan Polri yang hadir dalam kerja bakti tersebut.

Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 selain meninggikan tanggul dengan urugan tanah dan karung berisi pasir, juga penguatan tepi tanggul dengan pasak bambu.

Danramil 11/Sayung Kodim 0716/Demak Kapten Inf Suyitno mengatakan, kegiaan itu untuk mengantisipasi potensi banjir akibat luapan sungai maupun antisipasi tanggul jebol.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan semua jajaran termasuk dengan Pemkab hingga pemerintah desa untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi benjana banjir. Semua titik lokasi yang berpotensi menimbulkan kerawaan, sedini mungkin dilakukan langkah antisipasi dengan cara melihat langsung lokasinya.

"Langkah ini menindaklanjuti perintah Dandim 0716/Demak Letkol Arh Mohammad Ufiz, S.I.P, M.I.Pol agar semua jajaran dan Satgas Siaga mengambil langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi dan menekan potensi bencana alam di wilayahnya masing-masing," katanya.

Suyitno menambahkan, tanggul di Dukuh Lengkong sebenarnya sudah pernah diperbaiki tetapi beberapa kali jebol saat debet air naik dan curah hujan tinggi. "Penguatan tanggul memang masih bersifat sementara, tetapi kami berkeyakinan setelah ditinggikan tanggul ini sudah lebih kuat sehingga bisa menahan air agar tidak melimpas," ujarnya.

■ R-01/pendim


Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru