-->

Dapur Umum Tetap Siaga, Kapolres Purbalingga: Karena Masalah Perut Sangat Rawan

ERA JATENG
Sabtu, 09 Mei 2020, 13:35 WIB Last Updated 2020-05-09T06:35:15Z

ERA JATENG ■ Pandemi virus corona atau Covid-19 menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Tak hanya menghantam sektor kesehatan, Covid-19 juga turut meruntuhkan ekonomi masyarakat.

Melihat fenomena dampak pandemi Covid-19, Dandim 0702/Purbalingga, Danlanud JB Soedirman, Polres Purbalingga dan Pemda Kabupaten Purbalingga melakukan langkah-langkah terkait bantuan sosial. Bersama TNI, Polri dan Pemda mendirikan dapur umum Covid-19.

Saat mengunjungi proses memasak di dapur umum pada Jumat siang (8/5/2020), Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Yudhi Novrizal, S.I.P., M.Han menuturkan, dapur umum tersebut didirikan sebagai upaya TNI, Polri, Pemda dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 lainnya untuk  menghadirkan jaring pengaman sosial bagi masyarakat serta sebagai upaya mendayagunakan seluruh kekuatan dan upaya pada penanganan Covid-19 khususnya  menangani dampak sosial dan ekonomi yang timbul dari adanya pandemi Covid-19.

"Dapur umum ini didirikan untuk mengamankan jaring pengaman sosial sebagai dampak adanya pandemi Covid-19, tidak hanya sembako yang didistribusikan kepada warga terdampak pandemi Covid-19 namun salah satunya yaitu distribusi makanan siap saji yang dimasak di dapur umum Gugus Tugas Percepatan  Penanganan Covid-19," katanya.

"Khusus untuk hari ini akan dimasak sekitar 300-400 paket makanan siap saji yang akan didistribusikan kepada 2 desa  yang melaksanakan PSBB lokal yaitu di Desa Onje Kecamatan Mrebet dan Desa Sumingkir Kecamatan Kutasari,” imbuh Dandim.


 Hal senada juga turut disampaikan oleh Kapolres Purbalingga AKBP M  Syafii Maulla,S.I.K., M.H., mudah-mudahan dapur umum yang telah didirikan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan masyarakat yang terdampak akibat diberlakukannya lokal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19.

"Karena masalah perut sangat rawan. Orang bila lapar tidak akan bisa berpikir secara logis. Bila lapar berkepanjangan, berpotensi akan menimbulkan kesempatan untuk melakukan tindak pidana," tuturnya.

■ Pendim/Imam Santoso

Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru

ERA SOLO

+