-->

Pasca Banjir Lumpur Di Lereng Gunung Slamet, Warga Dilarang Beraktivitas Dalam Radius 1 Km

ERA JATENG
Jumat, 12 Februari 2021, 14:08 WIB Last Updated 2021-03-08T01:02:12Z
Pasca Banjir Lumpur Di Lereng Gunung Slamet, Warga Dilarang Beraktivitas Dalam Radius 1 Km

ERA JATENG  ■ Banjir lumpur dari lereng gunung Slamet melalui salah satu sungai di Desa Penakir, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah terjadi beberapa hari lalu memang betul adanya.

Beberapa warga setempat menuturkan, bahwa bibir sungai  di area hutan yang pernah terbakar ada yang longsor, hujan lebat yang turun sangat lama sehingga menimbulkan erosi.

Fenomena banjir lumpur yang terjadi awal februari 2021 sempat menjadi isu, bahwa Gunung Slamet dalam kondisi berbahaya. Maraknya beberapa video dari berbagai versi yang beredar di medsos tanpa keterangan dan penjelasan yang sesuai dengan kejadian di TKP, memunculkan berbagai spekulasi mengenai keadaan gunung Slamet yang sebenarnya, sehingga wajar jika muncul kecemasan di kalangan warga.


Berdasarkan informasi yang di peroleh dari pos pengamatan gunung api di desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, periode pengamatan 11/2/2021 waktu 00 hingga 24 wib, menyebutkan tingkat aktivitas G slamet dalam kondisi level 1 alias normal.

Kegempaan : hembusan,
jumplah 54
amplitdo: 3-5mm,
durasi 9-34detik.

Rekomendasi dan himbauan: 

Masyarakat dan pengunjung / wisatawan tidak beraktivitas di radius 1 km dari kawah puncak.

Visual: gunung jelas, kabut 01-03, asap bawah bertekanan lemah berwarna putih intensitas tipis ketinggian 25-50m di atas puncak kawah.
Sumber data Ke SDM, Badan Geologi PVMBG pos pengamatan Gunung Api Slamet.


Pasca Banjir Lumpur Di Lereng Gunung Slamet, Warga Dilarang Beraktivitas Dalam Radius 1 Km

Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru