-->

Balai Desa Penusupan Digrudug Warga, Kapolsek Randudongkal Berhasil Redam dan Bubarkan Kerumunan Massa

ERA JATENG
Rabu, 31 Maret 2021, 10:30 WIB Last Updated 2021-03-31T03:30:11Z
https://www.erajateng.suaranegeri.com/

ERA JATENG ■ Balai Desa Penusupan, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah, pada Selasa kemarin 30/3/202  di grudug puluhan warganya.

Peristiwa itu terjadi karena warga desa tersebut sudah tidak mempercayai kinerja Kades, terutama menyangkut transparansi penggunaan Dana Desa (DD), dan kebijakan lain yang terindikasi mementingkan atau menguntungkan pribadi dan kelompok tertentu.

Pengunjuk rasa yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, aktivis LSM dan warga ini kemudian menjadi sorotan publik.

Saat dimintai penjelasan oleh awak media, pengunjuk rasa  menyatakan aksi mereka sebagai protes pengelolaan dan kinerja Desa yang buruk.

"Meskipun dugaan beberapa penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan atau kelalaian yang menyebakan mangkraknya beberapa bangunan fisik bernilai fantastis sedang dalam penanganan  APH, tetap saja tuntutan kami kades harus "lengser" dari jabatannya," kata Warto, warga setempat.

Apa bila hari ini, lanjutnya, orang nomor satu di desa penusupan  tidak mau turun, maka aksi lebih besar akan menyusul ! Masih banyak data lain yang akan kami beberkan di depan aparat berwenang.

"Pokoknya mayoritas warga sudah final dengan tuntutan tersebut," tegasnya. 

Warga tetap meminta agar Bapak Faozan selaku Kepala Desa Penusupan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Desa.

Meski panas, aksi ini tidak berlanjut anarkis. Petugas  pengamanan dari Koramil dan  Kepolisian Sektor  Randudongkal dengan pendekatan humanis berhasil dinginkan suasana memanas saat itu. 

Kapolsek Randudongkal AKP. Trino Winarno SH dengan tegas meminta warga yang usai menyampaikan aspirasi untuk segera kembali pulang. Menurut Kapolsek jika didiamkan akan berpotensi melanggar PPKM.

https://www.erajateng.suaranegeri.com/

Sementara petugas yang lain, sempat membubarkan kerumunan massa yang berusaha bertahan di lokasi balai Desa Penusupan, dengan mengatas namakan undan undang.

Secara umum unjuk rasa yang menyertakan 10 poin tuntutan warga Desa Penusupan, awal hingga berakhirnya rangkaian acara, meskipun berjalan  alot namun bisa  berjalan aman dan kondusif, hal ini di sampaikan oleh AKP. Trino Winarno. SH, Kapolsek Randudongkal kepada wartawan Era Jateng.

"Alhamdulillah, aspirasi warga sudah tersampaikan, kondisi saat ini aman dan kondusif. Kita himbau warga untuk kembali pulang agar tidak menimbulkan kerumunan massa, mengingat saat ini masih pandemik covid-19," kata AKP. Trino Winarno SH usai memantau audensi Gerakan Masyarakat Peduli Desa Penusupan (GEMA PESAN) dengan Pemerintah Desa Penusupan, Kecamatan Randudongkal, kemarin.

■ Himawan
Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru

ERA SOLO

+