-->

Perundingan Sengketa Tanah Balai Desa Cikendung Pemalang Ambyar, Kedua Belah Pihak Klaim Punya Bukti

Era Jateng
Selasa, 27 April 2021, 14:59 WIB Last Updated 2021-04-27T07:59:13Z

ERA JATENG ■ Persoalan sengketa tanah Balai Desa Cikendung, Pemalang antara pihak pemdes sebagai tergugat dan seorang warga bernama Maksudi sebagai penggugat, belum ada tanda tanda akan berakhir.

Meski pada Jumat 16/4/2021 kemarin, kedua belah pihak yang bersengketa, telah di pertemukan oleh camat Pulosari, di kantor Balai Desa setempat, yang saat ini telah di kosongkan untuk sementara.

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak ,masih meyakini bahwa, bukti bukti yang mereka miliki sebagai pembuktian paling benar. Keduanya memang sama sama mempunyai dokumen kepemilikan dan saksi saksi.

Penggugat mengklaim apa yang dituntut selama ini, bukan rekayasa. Dokumen jual beli sebagai bukti.

Namun demikian, pihak pemdes sebagai pihak yang di gugat, juga memiliki sertifikat tanah tersebut, dengan atas nama Desa Cikendung.

Dengan terjadinya tarik ulur oleh kedua pihak berseteru, maka pertemuan, untuk kesekian kalinya masih mengalami kebuntuan. 

"Saya kira pemanggilan kali ini, untuk merampungkan persoalan yang ada, kalau begini, kita harus mulai dari nol lagi," kata Maksudi, penggugat.

Camat Pulosari Drs.Ahmady Stiawan Widiatmojo, AP keterangannya menyatakan, bahwa pihaknya berkewajiban memonitor aset milik pemdes dan berharap permasalahan tanah Balai Desa Cikendung dapat  selesai sesuai prosedur yang berlaku.

Seperti yang pernah di beritakan sebelumnya, kasus tersebut sudah menjadi sorotan publik, termasuk wakil Bupati pemalang, saat menerima LSM PMPR sebagai pemegang kuasa  penggugat, seolah mentargetkan kemelut harus segera berakhir dengan pemanggilan terhadap pihak terkait.


Siswoyo selaku Humas PMPR mengatakan, sampai kemanapun klien akan kita kawal, sesuai dengan tupoksi kami sebagai lembaga swadaya masyarakat, yang telah di beri kuasa untuk pendampingan. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Satrio Adie, fungsi kami untuk pendampingan, agar pihak klien bisa mendapatkan pelayanan hukum sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku di negara kita, bukan untuk mentargetkan menang atau kalah.

"Permasalahan yang dihadapi Cikendung, sudah cukup melelahkan, oleh karena itu sudahi saja, please..segera selesaikan, kasihan generasi mendatang," ungkap tokoh muda desa tersebut.

Slamet Kades Cikendung juga berharap, kejadian langka yang menimpa desanya, bisa segera di selesaikan seadil-adilnya, dengan musyawarah kedua belah pihak, atau proses dengan hukum yang berlaku.

"Kami pemdes siap berperan aktif di dalamnya," ujarnya.

■ Himawan
Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru

ERA SOLO

+