-->

Banyak Lubang di Jalan Moga-Pulosari Pemalang, Ancam Keselamatan Pengendara

Era Jateng
Jumat, 19 November 2021, 22:24 WIB Last Updated 2021-11-19T15:31:39Z

ERA JATENG ■ Perjalanan dari Terminal Moga menuju Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau arah sebaliknya, pada beberapa titik masih dalam kondisi memprihatinkan.

Pengendara sepeda motor maupun mobil harus extra hati hati, kalau tidak ingin nyungsep atau terperosok.

Sampai dengan hari Jumat 19 November 2021, jalan dari arah utara (Pemalang/Randudongkal), setelah beberapa meter melewati Pasar dan Lapangan Kecamatan Moga, setidaknya ada 3(tiga)  lubang  cukup lebar dan dalam.

Lubang tersebut sangat potensial terjadinya Lakalantas. 

Tak kalah bahayanya, keadaan Jalan di tikungan PTPN dan area Tugu perbatasan Kecamatan Pulosari. Di tempat tersebut, sejumlah lubang besar hingga ada yang memutus Badan jalan.

Menurut penuturan warga bernama Slamet, warga Banyumudal, terjadinya lubang lubang di jalan tersebut salah satunya dikarenakan akibat air yang tidak tersalurkan dengan baik di saat hujan deras.

"Sistem drainasenya parah, sepertinya tidak berfungsi dengan baik," katanya, pada Jumat (19/11).

Dia juga menginformasikan bahwa Warga Banyumudal sudah beberapa kali berusaha memperbaiki dengan cara menutup lubang lubang tersebut dengan cara di Cor semen.

"Mereka lakukan secara gotong royong maupun pribadi," jelasnya.

Akan tetapi, kata Slamet lagi, karena jalur tersebut kerap di lalui kendaraan bermuatan berat, di perparah dengan Drainase tak berfungsi maksimal, maka cor tersebut cepat terkelupas. Terlebih pemeliharaan dan perawatan oleh pihak bertanggung jawab (maaf) agak kurang responsif.

Lebih lanjut, Dia mengatakan, Seingat saya sebelum pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 yang lalu, Jalan Raya ini, sudah bolong bolong.


Sementara itu, salah seorang penduduk Karangpoh Kecamatan Pulosari kepada wartawan Era Jateng menceritakan bahwa dirinya sering menolong dan menjadi wasit di kala terjadi lakalantas yang terjadi di dekat tempat tinggalnya.

"Sebetulnya banyak korban luka ringan hingga parah, bahkan ada yang meninggal Dunia, namun tidak terpublis," ujarnya.

Juragan mobil ini berharap kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan dan pelebaran Jalan Propinsi tersebut.

"Lebar Jalan ini hanya 3,5 M. Untuk berpapasan mobil keluarga dengan motor saja sudah susah. Apa lagi sekarang mobil sekelas Tronton bermuatan berat ikut memasuki wilayah ini," keluhnya kepada pewarta.

■ Himawan.

Komentar

Tampilkan

Berita Terbaru

ERA SOLO

+